Diperiksa Siber Polda Metro Jaya, Model AWS Menangis dan Bungkam Terkait Kasus Hoaks Begal Kebon Jeruk
https://www.jakartaforum.web.id/2026/05/model-aws-hoaks-begal-kebon-jeruk.html
![]() |
| Model AWS (tengah) tertunduk lesu saat keluar dari gedung Ditressiber Polda Metro Jaya didampingi keluarga, Rabu (20/5/2026). (Foto: Tim Jakarta Forum) |
Jakarta Forum - JAKARTA, Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya memeriksa seorang perempuan berinisial AWS terkait penyebaran informasi bohong (hoaks) mengenai dugaan pembegalan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Berdasarkan pantauan langsung tim Jakarta Forum di Mapolda Metro Jaya pada Rabu (20/5/2026) sore hingga malam, AWS terlihat keluar dari gedung pemeriksaan dengan pengawalan ketat petugas. Ia mengenakan hoodie biru dengan tudung menutupi kepala serta masker yang menutupi sebagian wajahnya.
AWS juga tampak didampingi oleh pihak keluarganya saat meninggalkan lokasi pemeriksaan. Sepanjang berjalan menuruni tangga gedung Ditressiber, ia hanya terlihat menunduk lesu dan beberapa kali mencoba menutupi wajahnya dari sorotan kamera wartawan.
Model AWS Pilih Bungkam Saat Dicecar Pertanyaan
Saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh wartawan terkait motif asli di balik kabar pembegalan berdarah yang sempat viral di media sosial tersebut, AWS memilih bungkam seribu bahasa. Ia tidak memberikan statemen apa pun dan langsung berjalan cepat menuju kendaraan yang telah menjemputnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan bahwa AWS sama sekali bukan korban pembegalan maupun tindak kriminal lainnya.
"Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya," ujar Budi Hermanto, Rabu (20/5/2026).
Menurut Budi, pemeriksaan mendalam ini dilakukan secara gabungan bersama Direktorat PPA dan PPO, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, serta Polsek Kebon Jeruk.
Hasil Penyelidikan Kasus Begal Kebon Jeruk
Polisi bergerak cepat melakukan pengecekan ke rumah sakit dan menyisir langsung lokasi samping tol Kebon Jeruk yang disebut sebagai tempat kejadian perkara (TKP). Namun, hasil penyelidikan gabungan tidak menemukan adanya bukti tindak pidana sebagaimana narasi luka bacok yang beredar di media sosial.
Dari hasil interogasi, polisi mengungkap motif AWS menyebarkan cerita bohong tersebut murni karena faktor keisengan dan ingin menaikkan popularitas.
"Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin meng-glorifikasikan beberapa kejadian viral tentang begal," kata Budi.
Pihak Polda Metro Jaya pun kembali memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial, serta tidak mudah membuat konten palsu demi sebuah popularitas di jagat maya.(Angga)
