Dugaan Ketidakadilan Juri di LCC 4 Pilar MPR RI: SMAN 1 Pontianak Soroti Masalah Artikulasi dan Relasi Kuasa
https://www.jakartaforum.web.id/2026/05/dugaan-ketidakadilan-juri-di-lcc-4.html
![]() |
| "Dewan juri LCC 4 Pilar MPR RI saat perlombaan tingkat Kalbar yang kini menuai protes keras dari SMAN 1 Pontianak. (Foto: Dok. Instagram/smansaptk.informasi)" |
Jakarta Forum - Kalimantan Barat, Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) menuai kontroversi di media sosial. Jawaban dari salah satu peserta (SMAN 1 Pontianak) yang berada di grup C dinilai salah oleh juri meski memiliki substansi yang sama dengan jawaban tim lain (Grup B) yang justru dinyatakan benar oleh dewan juri.
Diduga Merasa dirugikan dan tidak ditanggapi ,pihak sekolahpun mengunggah potongan video kompetisi yang kontroversial tersebut melalui akun Instagram @smansaptk.informasi.
LCC 4 Pilar MPR RI merupakan kegiatan yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Kompetisi ini digelar mulai tingkat provinsi hingga nasional.
Jawaban juri yang menyalahkan peserta dari Tim SMAN 1 Pontianak semakin menjadi sorotan setelah siswa sekolah tersebut mengajukan protes kepada dewan juri. Siswa mempertahankan pendapat bahwa timnya memberikan jawaban yang benar, sama dengan tim lain yang dianggap benar oleh tim juri.
Namun seperti sudah diduga, aksi protes tak ditanggapi bahkan juri yang bersangkutan merasa peserta tidak lengkap jawabannya dan sanggahan dirinya benar. Juri tetap menyalahkan peserta yang protes dan membenarkan jawaban peserta lain.
Juri lainnya beralasan bahwa artikulasi dari group C tidak jelas.Jika artikulasi tidak jelas maka dewan juri berhak memberikan nilai -5.Juri pun meminta peserta memperhatikan artikulasi.Namun dalam rekaman vidio yang beredar,jawaban group C dan group B sama sekali tidak ada perbedaan.
Pihak SMAN 1 Pontianak dalam postingan di akun instagramnya pun resmi melayangkan protes.Mereka mengaku telah melakukan peninjauan ulang atas rekaman perlombaan dan menilai ada kejanggalan dalam proses penilaian.
4 poin yang diajukan pihak SMAN 1 Pontianak :
* Adanya kesamaan substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, namun dewan juri hanya membenarkan salah satu pihak tanpa penjelasan yang transparan.
* Kurangnya fokus dewan juri dalam beberapa momen penilaian yang dinilai berpotensi memengaruhi objektivitas hasil lomba.
* Adanya dugaan penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri tanpa proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai. Hal itu disebut diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri sehingga lomba tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian proporsional.
* Tim SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa jawaban telah disampaikan dengan artikulasi yang jelas dan tegas sehingga layak mendapatkan penilaian objektif berdasarkan substansi jawaban.(Angga)
