Tuntas Setelah 21 Tahun, Pramono Anung Mulai Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said
https://www.jakartaforum.web.id/2026/01/tuntas-setelah-21-tahun-pramono-anung.html
Jakarta Forum - JAKARTA – Pemandangan tiang-tiang beton yang mangkrak selama puluhan tahun di sepanjang Jalan HR Rasuna Said kini memasuki babak baru. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, secara resmi memulai proses pembongkaran 109 tiang monorel tersebut pada hari ini, Selasa (14/1/2026).
Langkah ini diambil untuk mengakhiri "warisan" proyek yang terhenti sejak dua dekade silam, sekaligus sebagai bagian dari program penataan estetika kota dan perluasan ruang publik di Jakarta Selatan.
Sejarah Panjang Sejak Era Megawati dan Sutiyoso
Proyek monorel ini memiliki sejarah panjang yang bermula pada tahun 2004. Ide pembangunan moda transportasi ini pertama kali dicetuskan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso, sebagai solusi kemacetan ibu kota.
Proyek ini resmi dimulai di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Secara historis, Presiden Megawati sendiri yang melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 14 Juni 2004. Namun, karena kendala finansial dari pihak pengembang dan perubahan kebijakan di tahun-tahun berikutnya, pembangunan terhenti dan meninggalkan tiang-tiang beton yang tak berfungsi hingga awal tahun 2026 ini.
Anggaran dan Target Penataan
Pramono Anung menjelaskan bahwa Pemprov Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp102 miliar. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembongkaran fisik tiang, tetapi mayoritas dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur di sekitar lokasi.
"Biaya pembongkaran murni per tiangnya sebenarnya tidak besar, hanya sekitar Rp254 juta. Namun, anggaran total mencakup penataan trotoar, pelebaran jalan, dan perapihan kawasan agar sisi timur Jalan Rasuna Said setara cantiknya dengan sisi barat," ujar Pramono di lokasi pembongkaran.
Penataan ini diprediksi dapat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Kuningan hingga 18%. Seluruh proses pengerjaan, mulai dari pembersihan sisa beton hingga pengaspalan ulang jalan, ditargetkan rampung sepenuhnya pada September 2026.
Kehadiran Sutiyoso
Dalam momen simbolis tersebut, mantan Gubernur Sutiyoso turut hadir menyaksikan dimulainya pembongkaran. Kehadirannya menandakan dukungan atas keputusan pemerintah saat ini untuk menyelesaikan masalah aset yang terbengkalai demi kepentingan umum yang lebih besar.
Dengan dimulainya pembongkaran ini, wajah Jalan HR Rasuna Said diharapkan akan jauh lebih rapi dan fungsional bagi para pejalan kaki maupun pengguna kendaraan bermotor di masa depan.(Red/JF)
