9 Finalis dari Universitas di Indonesia Terpilih Dalam Go Green in the City 2016

Jakarta - 9 Finalis dari Universitas di Indonesia Terpilih Dalam Go Green in the City 2016. Schneider Electric, perusahaan global di bidang pengelolaan energi, menggelar seleksi final edisi keenam Go Green in the City (GGITC) yakni kompetisi global yang berfokus pada solusi inovatif untuk mewujudkan smart cities. Hasilnya, 9 tim finalis dari berbagai universitas di Indonesia terpilih dari jumlah peserta 229 tim.

Para finalis ini kemudian akan memaparkan konsep lengkapnya di depan dewan juri yang terdiri dari Riyanto Mashan selaku Country President Schneider Electric Indonesia, Harris M. Yahya (Kasubdit Penerapan Teknologi Energi Kementerian ESDM) dan Kanisius Karyono ST, MT (Dekan Fakultas Information & Communication Technologies dan Ketua Program Studi Sistem Komputer Universitas Multimedia Nusantara).


 Kesembilan finalis tersebut adalah :
1.Tim Alzyngris dari Institut Teknologi Surabaya dengan konsep ThermoElectroFible.
2.Tim Pontoon dari Insititut Teknologi Surabaya dengan konsep Sea Waves Power Plant.
3.Tim Eureka dari Universitas Gajah Mada dengan konsep ART (Artificial Tree).
4.Tim Alay dari Universitas Gajah Mada dengan konsep Heuristic Cost Saving.
5.Tim C3 dari Univeritas Indonesia dengan konsep Charge City with Coffee.
6.Tim Scarf dari Universitas Indonesia dengan konsep Droplock Turnstile Gate.
7.Tim Jagoan dari Institut Teknologi Bandung dengan konsep Eskalator Pengelola Energi.
8.Tim Risaikel.com dari Universitas Brawijaya dengan konsep Risaikel.com
9.Tim Indo Energy Heroes dari gabungan Universitas Indonesia dan Universitas Lampung dengan konsep Salt Water Lamp.

Riyanto Mashan, Country President Schneider Indonesia, mengatakan efisiensi energi di perkotaan merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan. Ini disebabkan oleh arus urbanisasi yang melanda berbagai wilayah dunia.

Menurut data dari The Population Division of the Department of Economic and Social Affairs of the United Nations bahwa di tahun 2050 diperkirakan perkotaan akan menjadi pusat kehidupan sebagian besar warga dunia yakni sejumlah 2,5 miliar jiwa. Hal ini juga didukung dengan maraknya era digitalisasi yang juga membutuhkan energi yang begitu besar yang di tahun 2020 diprediksi akan ada 50 miliar perangkat yang saling terkoneksi melalui internet. Begitu pula dengan arus industrialisasi, yang dipercaya akan menyerap energi 50% lebih besar di tahun 2050.

Sehingga fenomena ini terpusat di perkotaan dan penggunaan energi di perkotaan dipastikan akan meningkat dengan tajam. Untuk itu diperlukan sinergi penggunaan energi yang efisien dan cerdas agar perkotaan dapat tetap memberikan kenyamanan bagi penghuninya di tengah ledakan jumlah penduduk kota.

“Berangkat dari fenomena ini maka dibutuhkan sebuah ekosistem yang saling mendorong lahirnya solusi-solusi cerdas dalam memaksimalkan efisiensi energi. Mahasiswa adalah bagian penting dalam ekosistem ini untuk menghasilkan ide-ide baru yang membuka peluang bagi pengkonsumsian energi secara lebih cerdas dan efisien, khususnya di perkotaan,” kata Riyanto kepada Jakartaforum di Universitas Multimedia Nusantara, BSD Serpong City, Tangerang, Kamis (19/5/2016) kemarin.

Menurut Riyanto, kompetisi GGITC yang digelar setiap tahun sejak tahun 2009 ini merupakan kunci penting bagi lahirnya inovasi yakni suatu hal yang sejak awal telah menjadi DNA bagi perusahaan Schneider Electric. Mahasiswa dapat berkontribusi pada pemetaan langkah-langkah digitalisasi, dekarbonisasi dan desentralisasi energi yang saat ini dibutuhkan dunia demi menciptakan lingkungan perkotaan yang tidak hanya efisien secara energi, namun juga ramah lingkungan.

“Dengan kata lain, kami senantiasa mengupayakan adanya sebuah open innovation yang berkelanjutan di segala level,” ungkap Riyanto.

Ditambahkan oleh Harris M. Yahya selaku Kasubdit Penerapan Teknologi Energi Kementerian ESDM, bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan ini karena kompetisi GGITC memiliki visi dan misi yang sejalan untuk menciptakan inovasi dan gerakan menuju pengelolaan energi yang cerdas dan berkelanjutan.

“Saya melihat begitu banyak ide yang sangat kreatif yang mencerminkan gairah di tengah generasi muda untuk ikut berkontribusi dalam melahirkan inovasi,” tutur Harris.

Kompetisi GGITC ini sendiri dibuka dari tanggal 15 Januari 2016 hingga 15 April 2016 yang diikuti para mahasiswa di tingkat sarjana, pasca sarjana atau MBA dari seluruh dunia, termasuk wilayah Indonesia. Melalui tim yang terdiri dari dua orang, salah satunya harus berjenis kelamin wanita, mereka wajib mengirimkan satu studi kasus yang mengilustrasikan ide solusi pengelolaan energi inovatif melalui kota pintar dengan berfokus pada salah satu dari empat topic dasar tantangan bisnis, yakni Strategi dan Tekonologi, Produk Reuse & Recycle, EcoDistric MicroGrid, dan Low Tech Lab.

Tahun ini pula dibuka topik No Boundaries, yaitu para mahasiswa bebas berinovasi sesuai dengan peluang efisiensi energi yang mereka anggap relevan dengan kehidupan perkotaan. Hasilnya, jika biasanya peserta selama ini didominasi jurusan bisnis dan teknik, kini juga beragam dari fisika, bioprocessing dan lain-lain.

Total hadiah yang disediakan mencapai Rp 55juta untuk 3 tim pemenang (juara1, 2 dan 3) dan berkesempatan melakukan wawancara kerja di Schneider Electric Indonesia.

Untuk juara pertama dan kedua dari Indonesia akan bertanding dengan negara Asia lainnya di Go Green in the City tingkat East Asia Regional pada tanggal 10 Juni 2016.

Akhirnya 12 tim terbaik dari seluruh dunia akan diberangkatkan ke Paris, Prancis dari tanggal 19 – 23 September 2016 untuk berkompetisi di tahap final global Go Green in the City 2016 sekaligus berkeliling dunia dengan fasilitas VIP bersama Electric untuk mengunjungi infrastruktur milik Schneider Electric dan menjalin jaringan kerja dengan karyawan dan manajemen tingkat tinggi disana. @Rudi

Related

Teknologi 1437445736929060508
jasa-laundry-kiloan
Ajang Berita
Menyajikan liputan isu sosial, teknologi, pangan, UMKM, dan gaya hidup lokal dengan artikel informatif, inspiratif, dan analisis mendalam.
www.ajangberita.web.id
Baca Sekarang    

catering-nasi-box
Jasa Bor Sumur Air Tanah
Saat Anda memerlukan solusi untuk masalah air tanah di rumah atau tempat usaha, kami siap membantu Anda.
solusi-air-tanah.com
Lihat Layanan    

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

Jumlah Pengunjung

item