Rumah Kolektor Oasis di Ciputat Dibobol, Memorabilia Liam & Noel Gallagher Senilai Puluhan Juta Raib
https://www.jakartaforum.web.id/2026/04/rumah-kolektor-oasis-di-ciputat-dibobol.html?m=0
Jakarta Forum - Tangerang Selatan 18 April 2026 - Sebuah rumah di Kawasan Legoso, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten dibobol maling pada Rabu (15/4/2026) siang.
Sejumlah perangkat elektronik MacBook Pro M1, Ipad Pro 2019, jaket, dan koleksi piringan hitam beserta memorabilia exclusive band Oasis, Liam, dan Noel Gallagher dengan total senilai puluhan juta rupiah ludes digasak maling.
Korban pencurian, Ilham Prananda (37) mengatakan, peristiwa pencurian tersebut diketahui setelah dirinya tiba di rumah.
Saat itu, Ilham bersama keluarga besarnya baru pulang setelah pergi ke sebuah mal di Kawasan Jakarta Selatan.
"Terus sampai rumah, rumah orangtua di daerah Tangerang Selatan itu kurang lebih sampai hampir setengah 1-an. Pas adik buka pagar, dia bingung gitu, loh kok gemboknya udah enggak ada. Terus pintu udah kebuka, adik langsung lihat ke dalam, dari luar ya pintu rumah udah kebuka lebar," kata Ilham, Sabtu (18/4/2026).
Melihat kondisi yang rumah sudah dibobol, Ilham langsung mengecek kendaraan dan ke dalam rumah. Ia sempat menduga maling masih berada di dalam rumah.
"Gue udah ngeri nih pelaku masih di dalem ruangan atau apa. Terus kami cek semuanya. Kamar utama dalam kondisi terkunci. Terus gue langsung naik ke atas ke kamar gue sama kamar adik gue. Pintu udah kebuka," tambah Ilham.
Setelah mengecek barang-barang, naas laptop dan tablet miliknya raib. Selain itu, beberapa kotak piringan hitam 7 dan 12 inch berisi koleksi Oasis Liam dan Noel juga telah digasak maling.
Ilham lalu mengecek kamera CCTV di rumahnya. Ia menemukan pelaku masuk ke rumahnya sekitar pukul 11.35 WIB setelah sempat memantau dan bertanya kepada tetangganya.
"Sebelumnya udah lalu-lalang. Jadi tetangga sebelah bilang ada orang nanya, 'Ini rumah kosong atau ada orangnya, Pak?'," ujar kolektor memorabilia garis keras band Oasis.
Pelaku diduga berjumlah dua orang. Satu orang menggunakan atribut jaket ojek online dan pelaku lainnya menggunakan jaket berwarna gelap, bermasker, dan memakai helm.
Pelaku masuk dengan cara merusak gembok pagar depan dan mencongkel pintu rumah. Tak butuh waktu lama, barang-barang curiannya pun dibawa kabur maling.
Ilham sempat berusaha mengecek lokasi perangkat eletroniknya lewat Icloud. Hasil pengecekan menunjukkan pelaku masih berada tak jauh dari rumahnya dan diduga berada di sebuah kafe.
"Terus mau ngecek kafe sesuatu di geledah juga belum bisa. Enggak mungkin juga karena kami belum punya laporan resmi pada saat itu," kata Ilham.
Pada hari itu juga, Ilham telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Ciputat Timur. Laporan pencurian tersebut teregistrasi dengan nomor TBL/B/505/IV/2026/SPKT/SEKCIPTIM/RESTANGSEL/POLDAMETROJAYA.
MUDAH DILACAK DAN IMBAU MASYARAKAT LAPOR POLISI
Kasus pencurian yang dialami Ilham sebenarnya relatif mudah dilacak. Barang-barang yang dicurinya seperti piringan hitam merupakan koleksi pribadi yang punya ciri khusus seperti tanda tangan Liam atau Noel Galagher dan ada nama Ilham.
Ia meminta masyarakat tidak tergiur membeli koleksi Oasis miliknya. Ilham tak ingin para pembeli barang curiannya terlibat dalam kasus hukum.
"Pesen gue untuk para pembeli entah itu penjual online atau toko-toko di sekitar Jakarta, Bandung atau di Indonesia dan luar negeri lebih baik kalau gak mau berurusan hukum. Mendingan dilaporin aja. Kalau ketika ada orang nawarin barang-barang koleksinya tiba-tiba. Tiba-tiba ada orang aneh mengatasnamakan gue. Ya ada sangkut pautan sama gue. Tiba-tiba ini ada barang Ilham mau jual. Enggak, itu gak bener," ujar pendiri Museum Oasis Bernama Moleklane tersebut.
Ilham menegaskan, dirinya tak pernah menjual barang-barang pribadinya lewat orang lain. Ia hanya menjual lewat toko pribadinya bernama Niyobana yang berada di Blok M Square.
"Berita kehilangan ini sudah menyebar ke komunitas. Istilahnya kalau elo anak bola, untuk ngomongin Oasis ini, ini sudah atas nama gue. Udah nyebar juga ke komunitas Oasis, komunitas penjual di Blok M dan Pasar Santa," ujar pria yang tinggal di Perancis ini.
"Mudah-mudahan enggak ada yang terkecoh, karena ini barang milik Ilham lalu dijual belikan dengan harga murah. Jangan. Karena nanti elo dianggap jadi penadah. Ini pesan gue," pungkasnya.(Agga)
