Ketua Ikadelima: Bangga KSAL Laksamana Muhammad Ali Alumni SMPN 85 Jakarta, Ikadelima Nobar Film The Hostage's Hero
https://www.jakartaforum.web.id/2026/04/ketua-ikadelima-bangga-ksal-lakmamana.html
![]() |
| Alumni SMPN 85 Jakarta Nobar |
Jakarta Forum -Jakarta, Sebanyak 128 alumni SMP Negeri 85 Jakarta dari berbagai angkatan mengadakan acara nonton bareng (nobar) film The Hostage's Hero di XXI Pondok Indah, Jakarta, Jum'at (3/4/2026).
Abdul Rahman Mandole selaku ketua Ikadelima (Ikatan Alumni SMPN 85 Jakarta) mengatakan kegiatan nobar ini sebagai bentuk dalam halal bihalal dan silaturahmi dalam suasana merayakan Idul Fitri 1447 H.
"Kebetulan hari libur dan masih suasana Idul Fitri, halal bihalal dan silaturahmi ini dilakukan melalui nonton bareng. Acara nonton bareng ini juga sebagai wujud kekompakan dan kebersamaan para Alumni SMPN 85 Jakarta," ujar Abdul Rahman Mandole.
Menurutnya, dipilih judul film The Hostage Hero karena film tersebut menginspirasi, penuh pembelajaran dan ada unsur hiburan untuk masyarakat Indonesia melalui aksi patriotik TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan cinta kepada Tanah Air.
"Hal menariknya pimpinan TNI AL atau KSAL saat ini dijabat Laksamana TNI Muhammad Ali yang merupakan Alumni SMPN 85 Jakarta angkatan tahun 1982. Kami bangga kepada beliau mengharumkan nama baik almamater sekolah SMP 85 Jakarta," ungkap Ketua Ikadelima Abdul Rahman Mandole.
"Setelah menonton film ini, ternyata film Indonesia layak dan sejajar dengan film barat, serat akan inspirasi dengan teknik perfilman yang membanggakan, jadi Masyarakat Indonesia juga wajib nonton film ini sebagai bagian sejarah untuk dikenang anak cucu kita, sekaligus hiburan yang seru" kata Didin Yuniardi - Alumni SMPN 85 Jakarta angkatan 1981.
Sebelumnya, dalam gala premiere film The Hostage's Hero KSAL Laksamana Muhammad Ali menyampaikan: "Mungkin Bapak dan Ibu semua baru dengar dimana ada MT Pematang yang dibebaskan oleh Angkatan Laut, ini harus kita buka dan blow up sejarah ini, karena ini penting keberhasilan TNI Angkatan Laut, tidak banyak Angkatan Laut bisa membebaskan pembajakan di atas kapal, sedangkan MT Pematang ini berhasil dibebaskan sangat sempurna, ini harus kita buka dan kita blow up karena ini penting, karena ini keberhasilan TNI Angkatan Laut, film ini bisa selain menjadi inspirasi, pembelajaran, juga menghibur Bapak dan Ibu semua".
Pernyataan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali tersebut merupakan sebuah penegasan penting mengenai kebanggaan nasional dan rekam jejak profesionalisme TNI AL yang selama ini mungkin jarang tersorot oleh publik luas.
Berikut adalah beberapa poin penting mengapa peristiwa pembebasan MT Pematang ini menjadi krusial untuk "di-blow up" melalui media film:
1. Diplomasi dan Kekuatan Militer di Laut.
Pembebasan kapal yang dibajak bukan sekadar operasi penyelamatan biasa. Ini adalah unjuk kekuatan (show of force) yang membuktikan bahwa:
- Kedaulatan Maritim: TNI AL memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan jalur perdagangan internasional.
- Profesionalisme Tinggi: Tidak semua angkatan laut di dunia memiliki unit khusus dengan taktik yang mampu menyelesaikan pembajakan secara "sempurna" (tanpa korban jiwa di sisi sandera atau kerugian besar pada aset).
2. Melawan Lupa melalui Sejarah Visual
Sejarah seringkali terkubur jika tidak didokumentasikan dengan menarik. Dengan mengangkat kisah nyata MT Pematang ke layar lebar:
- Pembelajaran: Menjadi studi kasus bagi prajurit muda mengenai taktik operasional.
- Inspirasi: Menumbuhkan jiwa patriotisme bagi masyarakat umum, terutama generasi muda, untuk mencintai dunia maritim.
- Hiburan Berbobot: Mengubah fakta sejarah yang kaku menjadi narasi yang dramatis dan emosional bagi penonton.
3. "The Silent Killer" yang Kini Berbicara
Selama ini, banyak operasi TNI AL bersifat silent operations. Pernyataan KSAL mengisyaratkan bahwa sudah saatnya keberhasilan tersebut dibuka ke publik agar masyarakat tahu bahwa mereka memiliki angkatan laut yang tangguh dan disegani di kancah global.
Film ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan akhir pekan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik ketenangan laut di wilayah Indonesia, ada prajurit yang siap bertaruh nyawa demi keamanan Merah Putih.
Film aksi Indonesia The Hostage's Hero sudah tayang tanggal 2 April 2026.yamh dibintangi oleh Donny Alamsyah sebagai pemeran utama (Letkol Taufiq), didampingi Rifky Balweel, Yama Carlos, Aditya Herpavi, dan Choky Sitohang. Film ini diangkat dari kisah nyata aksi heroik TNI AL membebaskan sandera di Selat Malaka tahun 2004, disutradarai oleh Revo S. Ruriut. (Rudi)
Caption foto: sebanyak 128 alumni SMPN 85 Jakarta dari berbagai angkatan nobar film The Hostage's Hero di XXI, Pondok Indah, Jakarta, Jum'at (3/4/2026). (Rudi)

